
Daftar tersebut memuat lima bank Amerika yakni:
- BNY Mellon (NYSE: BK),
- JPMorgan (NYSE: JPM),
- Wells Fargo (NYSE: WFC),
- US Bancorp (NYSE: USB),
- CoBank.
Sisanya, tersebar di seluruh dunia, kebanyakan di Australia, Singapura, Timur Tengah, Jepang, dan China.
Sebenarnya, sepuluh besar bank teraman di dunia ada di Eropa. Jika demikian, mengapa para investor justru membuang saham bank-bank Eropa dan saham-saham terkait lainnya di seluruh dunia? Apakah ini kesalahan para investor atau agensi pemeringkat yang meluncurkan data tersebut?
Jawabannya, keduanya. Seperti yang terjadi pada umumnya ketika krisis, para investor bereaksi berlebihan di pasar modal. Di sisi lain, tiga agensi pemeringkat yakni Standard & Poor (S&P), Moody’s, dan Fitch, pada umumnya, bertanggung jawab atas kealpaan mereka memasukkan krisis perumahan pada margin lebih luas. Source
No comments:
Post a Comment